Sabtu, 15 Juni 2013

Perkembangan Bahasa Indonesia

1.1 Asal Bahasa Indonesia


      Pada hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, diresmikan suatu bahasa nasional Bahasa Indonesia yang sebenarnya adalah bahasa Melayu. Nama baru ini yaitu Bahasa Indonesia bersifat politis, sejalan dengan nama negara merdeka yang diidam-idamkan. Negara Indonesia dan suatu bangsa bersatu yaitu Bangsa Indonesia. Semua politis sifatnya karena dengan rasa bersatu yang ditimbulkannya, semangat untuk berjuang bersama-sama dalam mengejar kemerdekaan lepas dari penjajahan akan lebih berkobar-kobar. Bangsa Indonesia lebih merasa terikat dalam satu ikatan karena merasa : Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa.

      Sebenarnya perkembangan Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia berlangsung secara perlahan-lahan, tetapi secara terus-menerus. Kalau diperhatikan, bahasa yang kita pergunakan memang tidak lagi sama dengan Bahasa Melayu yang dipakai pada zaman Tun Muhammad Sri Lanang, atau pada zaman Abdullah bin Abdulkadir Munsyi dan juga tidak sama dengan bahasa Melayu pada zaman Balai Pustaka. Bahasa Indonesia berkembang dan tumbuh terus secara perlahan-lahan tetapi tetap dan pada waktu akhir-akhir perkembangannya menjadi demikian pesatnya sehingga bahasa ini telah menjelma menjadi suatu bahasa baru.

      Sebagai suatu bahasa yang hidup dan dipakai oleh rakyat yang terdiri atas berbagai-bagai suku bangsa yang masing-masing mempunyai bahasa daerahnya sendiri-sendiri, seperti : dari Bahasa Minangkabau, Bahasa Sunda, Bahasa Jawa. Sebagai suatu bangsa yang hidup di tengah-tengah percaturan politik dan kebudayaan dunia, bangsa Indonesia menerima pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Demikian juga berlaku dalam segi bahasa. Kata-kata asing masuk kedalam bahasa Indonesia seperti bahasa Sanskerta, bahasa Arab, bahasa Portugis, bahasa Tionghoa, bahasa Belanda, bahasa Inggris.

      Pengaruh ini tidak terbatas pada pemungutan kata-kata, tetapi tampak juga pada struktur kata dan kalimat. Keterangan yang diberikan oleh Kementerian PP dan K tentang kedudukan, fungsi serta pertumbuhan bahasa Indonesia.

1. Bahasa Indonesia ialah bahasa resmi Negara Republik Indonesia dan bahasa kesatuan untuk segenap golongan dan semua lapisan masyarakat Indonesia seluruhnya.

2. Bahasa Indonesia ialah bahasa pengantar pada semua macam sekolah serta bahasa penghubung antara setiap orang bangsa Indonesia dengan yang lain, sehingga mempunyai fungsi sosial yang sesungguhnya dan oleh karenanya harus bercorak satu, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan.

3. Bahasa Indonesia ialah satu-satunya bahasa kebudayaan bangsa Indonesia dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya sehingga setiap pendapat dapat dirumuskan dan setiap perasaan dapat dilukiskan dalam bahasa itu.

4. Bahasa Indonesia kini sedang tumbuh dan dalam tumbuhnya menerima semua anasir yang berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing yang memang dapat memperbaiki serta memperkaya pembendaharaan kata-katanya, sedang corak dan bentuknya akhirnya ditetapkan oleh masyarakat Indonesia.

     Jelas dapat kita lihat di atas bahwa bahasa Indonesia, bukan hanya bahasa resmi di Negara Republik Indonesia, melainkan juga merupakan bahasa kesatuan, bahasa penghubung, bahasa pergaulan dan bahasa pengantar di sekolah-sekolah dari Sekolah Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa kebudayaan bangsa Indonesia dalam arti yang seluas-luasnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar